Tidur Tengkurep, Telentang, atau Nyamping, Mana yang Lebih Baik?
- Kamis, 17 September 2026
- Ilmu Pengetahuan
- Cetak

Pernahkah kita bangun tidur bukannya segar, tetapi leher malah kaku atau punggung terasa pegal-pegal seperti selesai mengangkat galon berat? Ternyata, posisi tidur berpengaruh besar terhadap kondisi tubuh, bahkan dokter sering merekomendasikan posisi tidur tertentu sesuai kebutuhan medis pasien.
Berikut adalah ulasan kelebihan, kekurangan, dan fakta menarik dari masing-masing posisi tidur:
1. Tidur Tengkurep (Tengkurap)
- Kelebihan: Posisi ini membuat napas terasa lebih lega karena lidah jatuh ke depan dan tidak menutupi saluran pernapasan. Dokter kerap menyarankan posisi tengkurep untuk orang yang memiliki gangguan pernapasan, seperti pasien COVID dulu.
- Kekurangan: Perut dan leher yang kurang ditopang membuat tulang belakang melengkung ke dalam menyerupai huruf U. Jika bertahan berjam-jam, pinggang bisa tegang dan leher terasa kaku karena harus terus menengok ke satu arah.
2. Tidur Telentang
- Kelebihan: Mensejajarkan posisi kepala, leher, dan punggung dalam satu garis lurus sehingga beban tubuh tersebar merata. Menambahkan bantal kecil di bawah lutut dapat mengangkat pinggul dan membuat punggung lebih rileks.
- Kekurangan: Mulut cenderung menganga dan lidah merosot ke belakang, yang menyumbat udara dan menjadi pemicu utama suara ngorok.
3. Tidur Nyamping (Miring) — Juara Favorit Banyak Orang
Tidur miring merupakan posisi favorit terbanyak karena mampu menjaga saluran napas tetap terbuka sekaligus mengurangi kebiasaan ngorok. Arah miringnya pun punya dampak khusus:
- Miring ke Kiri: Menjaga posisi lambung tetap di bawah sehingga mencegah asam lambung naik ke tenggorokan.
- Miring ke Kanan: Disarankan untuk penderita gangguan jantung agar organ jantung (yang condong ke kiri) bebas dari tekanan paru-paru.
- Tips Bebas Pegal: Karena beban menumpuk di satu sisi bahu dan pinggul, menyelipkan guling di antara kedua kaki sangat membantu meluruskan posisi lutut, panggul, hingga bahu.
Kesimpulan
Tidak ada satu posisi yang sempurna untuk semua orang, sebab posisi tidur terbaik sangat bergantung pada kondisi tubuh dan kebutuhan kesehatan masing-masing. Menariknya, tubuh kita cukup cerdas untuk berganti posisi tidur sebanyak 20 hingga 30 kali dalam semalam secara otomatis demi meredakan rasa pegal.
Yang pasti, panduan utama bagi kita selaku Muslim adalah mengikuti sunnah Nabi, yaitu tidur dengan cara menyamping. Tapi, sesuaikan dengan kondisi kesehatan kita jika ada ya![]

Saat ini belum ada komentar