Kategori: Contributors
Diary Pemaafan
- Selasa, 27 Maret 2018
Oleh: Ibu Auf Afrin Minta maaf dan memaafkan memang tidak mampu mengubah masa lalu, tapi ia bisa menentukan masa depan. Begitulah. Saya percaya bahwa setiap ilmu pengetahuan yang telah dimaknai kebenarannya sebagai keyakinan, maka Allah akan hadirkan pengalaman sebagai pengujinya untuk mengamalkan ilmu pengetahuan tersebut. Usai merampungkan tulisan Hijrah Inner Child, reda dari uraian poin […]
Tips Merawat Kesehatan Psikologis Orangtua
- Jumat, 9 Februari 2018
Oleh: Slamet Fatrika Santoso, S.Psi Merawat kesehatan psikologis dimulakan dengan kesadaran. Bagi umat Islam, kesadaran yang dimaksud lahir dari keimanan yang hakiki. Di dalam Alquran, Allah telah menawarkan cara memperoleh ketenangan hati yang paling efektif: “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” […]
Forgiveness As The Gift
- Jumat, 9 Februari 2018
Ini adalah esai terakhir dari serial pensyarahan poin-poin penting dalam Hijrah Inner Child. Sebuah uraian dari poin Forgiveness. Selamat membaca! (Redaksi) Oleh: Ibu Auf Afrin Tulisan kali ini merupakan alur terakhir dari upaya membereskan inner child. Berdamai dengan masa lalu, meski tidak mudah, namun sangat mungkin untuk ditempuh. Memang akan sulit untuk sampai pada tahap […]
Self-acceptance Itu Bernama Qanaah
- Kamis, 8 Februari 2018
Berikut adalah esai pensyarahan dari poin Acceptance yang disitir dalam tulisan utama, Hjrah Inner Child. Selamat membaca! (Redaksi) Oleh: Ibu Auf Afrin Alhamdulillaah, saya masih diberi kesempatan melanjutkan uraian untuk poin kedua dari tulisan sebelumnya. Pada poin ini akan lebih banyak melakukan kontemplasi dengan diri sendiri. Saat menyelami konsepnya, saya malah betah memeriksa setiap ruang […]
Pesona Mindfulness
- Senin, 15 Januari 2018
Esai ini merupakan uraian untuk poin Awareness dalam tulisan sebelumnya, Hijrah Inner Child. Selamat menikmati. (Redaksi) Oleh: Ibu Auf Afrin Menjadi ibu yang biasanya sepaket dengan titel multitasking –beberes[1] iya, masak iya, ngasuh iya, nyuci oke, nyetrika hayu; belum lagi ditambah dengan profesi jualan, atau menjadi pegawai instansi, dll– tentu sangat menguras pikiran, waktu dan tenaga. […]
Pendidikan Orangtua Sebelum Pendidikan Anak
- Rabu, 10 Januari 2018
Oleh: Yuana Ryan Tresna Banyak orangtua yang menyangka bahwa mereka sedang memperbaiki anak-anak mereka. Padahal sebenarnya mereka justru sedang merusak anak-anak mereka sendiri tanpa mereka sadari. Banyak orangtua yang sibuk mencari materi tarbiyatul aulad (pendidikan anak) tapi jarang yang sibuk mencari materi tarbiyatul walidain (pendidikan kedua orangtua). Padahal yang pertama hanyalah cabang dari yang kedua. […]
