photo_4_2024-09-30_09-27-31
- Diupload pada: Senin, 30 September 2024

Sumber: Tahfizh Camp #7
Rekomendasi
-
Dari Seorang Ayah
- Senin, 22 Maret 2021
Selengkapnya »Dari seorang ayah… Anak laki-laki mengenal sosok qawwam (pemimpin, red.) yang bertanggungjawab Anak perempuan mengenal sosok yang akan dicintainya pertama kali saat ia dewasa, hingga ia mengenal sebuah fitrah yang bernama cinta terhadap lawan jenis Kesalehan orangtua akan berpengaruh terhadap syakhsiyyah (kepribadian) anak.Jika ada hal yang tidak kita sukai ada pada diri anak, maka bertaubatlah.Panggillah […]
-
Seni Mendidik dengan Seimbang
- Selasa, 23 Januari 2024
Selengkapnya »Di antara 10 Jurus Mengasuh Anak yang kemarin dijelaskan, adalah mendidik dengan seimbang. Jurus ini membutuhkan skill memainkan seni tarik ulur. Kapan mengikuti kemauan anak, kapan menahan diri memberikannya. Selain menggunakan insting, orangtua perlu memiliki standar jelas dalam menarik dan mengulur. Standar ini perlu disampaikan pula kepada anak sehingga paham mengapa hal ini boleh ditawar, […]
-
Si Kembar yang Brilian
- Kamis, 15 September 2022
Selengkapnya »Ini adalah kisah Imam Asy-Sya’bi. Nama aslinya Amir bin Syurahbil. Setelah menjadi ulama, lebih sering dipanggil Asy-Sya’bi. Lahir di kota Kufah. Termasuk Tabi’in, yakni muridnya sahabat Rasulullah. Saat lahir, tubuhnya mungil dan kurus. Berbeda dengan saudara kembarnya yang gemuk. Akan tetapi soal ilmu, tidak tertandingi termasuk saudara kembarnya. Pada saat masih kecil, Amir sudah hafal […]
-
Minta Upah 8 Hadits
- Selasa, 13 September 2022
Selengkapnya »Ini adalah kisah Sufyan bin Uyainah. Ulama satu ini sangat istimewa. Lahir di Kufah tahun 107 H. Sejak kecil telah aktif belajar hadits bersama orang dewasa dan orang tua. Namun, tidak asal ikut-ikutan. Meskipun masih kecil, ilmunya mengungguli murid lain yang lebih dewasa. Sampai-sampai ia dijuluki “Syaikh Shaghir” yang artinya Kiyai Kecil. Tubuhnya memang mungil. […]
-
Mencintai yang Tak Pernah Dilirik
- Senin, 5 Februari 2024
Selengkapnya »“Agama adalah pembicaraan yang paling saya benci. Tentu karena ketika telah beragama harus mengikuti segala macam peraturannya. Jangankan Islam, agama lain pun tidak pernah saya lirik. Keberislaman saya bermula karena pernikahan. Saya tidak peduli meski harus menjadi seorang muslim, yang terpenting bisa menikah. Meski saat itu saya telah menjadi muslim, saya tidak pernah menghiraukan kewajiban-kewajiban. […]
-
Jika Ibu Di-bully, Haruskah Sakit Hati?
- Rabu, 10 Januari 2018
Selengkapnya »Oleh: Ibu Auf Afrin Moms, pernah tersinggung karena ananda menyebut, “Ibu pelit!” tidak? Padahal saat itu kita sedang mengajari mereka agar tidak berlebihan meminta jajan. Atau saat ananda mengatakan, “Ibu nggak oke!” Padahal saat itu kita sedang mengajari mereka agar terbiasa mandi tepat waktu. “Ibu nakal!” “Ibu cerewet!” “Ibu jahat!” Atau ada juga ananda yang […]
