Diary Pemaafan

Oleh: Ibu Auf Afrin Minta maaf dan memaafkan memang tidak mampu mengubah masa lalu, tapi ia bisa menentukan masa depan. Begitulah. Saya percaya bahwa setiap ilmu pengetahuan yang telah dimaknai kebenarannya sebagai keyakinan, maka Allah akan hadirkan pengalaman sebagai pengujinya untuk mengamalkan ilmu pengetahuan tersebut. Usai merampungkan tulisan Hijrah Inner Child, reda dari uraian poin terakhir tentang Forgiveness as The Gift, Allah pertemukan saya dengan seorang ibu pekan ini. Berawal dari niatannya belajar ilmu tajwid, ternyata beliau membawa pertanyaan yang diakui cukup mengusik kesehariannya, yakni apakah niatnya memasukkan anaknya ke pesantren adalah pilihan yang tepat? Memangnya kenapa? Bukankah itu pilihan yang bagus? Kenapa si ibu terusik kesehariannya; seperti tidak bahagia?… Read More

Continue Reading

Forgiveness As The Gift

Ini adalah esai terakhir dari serial pensyarahan poin-poin penting dalam Hijrah Inner Child. Sebuah uraian dari poin Forgiveness. Selamat membaca! (Redaksi) Oleh: Ibu Auf Afrin Tulisan kali ini merupakan alur terakhir dari upaya membereskan inner child. Berdamai dengan masa lalu, meski tidak mudah, namun sangat mungkin untuk ditempuh. Memang akan sulit untuk sampai pada tahap forgiveness jika alur awereness dan acceptance tidak ditempuh. Tertatih-tatihlah kita untuk bisa memaafkan jika tidak didahului kesadaran dan penerimaan yang utuh. Mari kita hadirkan lagi alur sebelumnya agar proses pemaafan menjadi hal yang ringan untuk dilakukan. Awareness mengajak kita menjadi pribadi yang memainkan dua hal, yakni fokus dan nalar. Kita sepakat bahwa inner child yang… Read More

Continue Reading