Self-acceptance Itu Bernama Qanaah

Berikut adalah esai pensyarahan dari poin Acceptance yang disitir dalam tulisan utama, Hjrah Inner Child. Selamat membaca! (Redaksi) Oleh: Ibu Auf Afrin Alhamdulillaah, saya masih diberi kesempatan melanjutkan uraian untuk poin kedua dari tulisan sebelumnya. Pada poin ini akan lebih banyak melakukan kontemplasi dengan diri sendiri. Saat menyelami konsepnya, saya malah betah memeriksa setiap ruang diri ini. Sekadar untuk memastikan, apa kabar tenang? Apa kabar rela? Apa kabar sabar? Khawatir masih ada sedikit noda risau, keluh kesah dan ambisi yang tak terkendali. Setelah di poin pertama tentang Awareness (mindfulness): mengakui, menyadari dan menyetujui bahwa ada permasalahan yang kita hadapi dalam beberapa aspek penting kehidupan, kita perlu segera mengiringi langkah selanjutnya… Read More

Continue Reading

Pesona Mindfulness

Esai ini merupakan uraian untuk poin Awareness dalam tulisan sebelumnya, Hijrah Inner Child. Selamat menikmati. (Redaksi) Oleh: Ibu Auf Afrin Menjadi ibu yang biasanya sepaket dengan titel multitasking –beberes[1] iya, masak iya, ngasuh iya, nyuci oke, nyetrika hayu; belum lagi ditambah dengan profesi jualan, atau menjadi pegawai instansi, dll– tentu sangat menguras pikiran, waktu dan tenaga. Tiba-tiba saya mengajak Anda juga untuk beberes masa lalu (inner child), apa nggak tambah pusing tuh? 🙂 Moms, awereness (kesadaran) menjadi langkah awal untuk memperbaiki cara pandang, lisan, juga sikap kita dalam menjalani kehidupan. Termasuk dalam dunia kita (dunia orangtua, red.), yakni dunia pengasuhan dan pendidikan anak. Dalam tulisan sebelumnya, saya menjelaskan bahwa tidak semua… Read More

Continue Reading

Pendidikan Orangtua Sebelum Pendidikan Anak

Oleh: Yuana Ryan Tresna Banyak orangtua yang menyangka bahwa mereka sedang memperbaiki anak-anak mereka. Padahal sebenarnya mereka justru sedang merusak anak-anak mereka sendiri tanpa mereka sadari. Banyak orangtua yang sibuk mencari materi tarbiyatul aulad (pendidikan anak) tapi jarang yang sibuk mencari materi tarbiyatul walidain (pendidikan kedua orangtua). Padahal yang pertama hanyalah cabang dari yang kedua. Pendidikan anak adalah cabang dari pendidikan orangtua. Kalau orangtua sukses menjadi orangtua yang baik, pasti mereka tidak akan kesulitan mendidik anak-anak mereka. Kunci mendidik anak ada lima hal: Keikhlasan Jangan sampai mendidik anak ditujukan untuk urusan duniawi. Mendidik anak tujuannya adalah untuk menunaikan amanah Allah yang akan kita pertanggungjawabkan kelak di akhirat. Keteladanan (uswah) Mendidik… Read More

Continue Reading