Akhirnya Mereka Pun Bergegas Salat Ke Masjid

Manusia mau bergerak bila ada pendorong. Pendorong atau motivasi itu bisa berupa materi semacam hadiah, bisa berupa ekspresi kasih sayang secara fisik semacam pelukan dan ciuman, bisa berupa pujian, bisa juga berupa ancaman. Semuanya boleh dilakukan. Semuanya diajarkan dalam Alquran; demi menjaga lurus dan taatnya manusia; demi selamat kehidupan dunia dan akhiratnya. Anak-anak juga manusia. Mereka bukan robot yang tinggal disetel on dan akan langsung bergerak karenanya. Mereka perlu dimotivasi. Mereka perlu ditanamkan persepsi. Di antara sebaik-baik motivasi adalah motivasi akidah (dalam istilah lain disebut motivasi ruhiyah atau motivasi berbasis fitrah). *** Malam itu dua putra saya, Muqri dan Haidar, enggan untuk melaksanakan salat. “Ayo, siapa yang mau beramal saleh… Read More

Continue Reading

Jalan Hidup yang Lurus

Oleh: Muhammad Supriadi | Kepala Sekolah QuraniKids Elementary School ________________________________________ Hal penting yang harus kita tentukan dalam menempuh sebuah perjalanan adalah “tujuan”. Perbekalan yang banyak akan menjumpai kesiaan, jika kita tak tahu arah tujuan yang ditempuh. Perbekalan akan habis di perjalanan, kelelahan dijumpai, dan ketersesatan tidak bisa dipungkiri seandainya kita sendiri tak bisa menentukan tujuan. Setelah menentukan tujuan, langkah kedua yang harus kita tentukan adalah “jalan” mana yang akan kita tempuh. Semestinya kita harus memastikan dulu jalan dan rute perjalanan, terlebih di tengah banyak persimpangan. Jika sudah memastikan rutenya, hal terakhir yang harus kita siapkan adalah “perbekalan”. Begitupun dalam hidup. Sebelum kita melangkah ada hal yang harus kita tentukan terlebih… Read More

Continue Reading

Diary Pemaafan

Oleh: Ibu Auf Afrin Minta maaf dan memaafkan memang tidak mampu mengubah masa lalu, tapi ia bisa menentukan masa depan. Begitulah. Saya percaya bahwa setiap ilmu pengetahuan yang telah dimaknai kebenarannya sebagai keyakinan, maka Allah akan hadirkan pengalaman sebagai pengujinya untuk mengamalkan ilmu pengetahuan tersebut. Usai merampungkan tulisan Hijrah Inner Child, reda dari uraian poin terakhir tentang Forgiveness as The Gift, Allah pertemukan saya dengan seorang ibu pekan ini. Berawal dari niatannya belajar ilmu tajwid, ternyata beliau membawa pertanyaan yang diakui cukup mengusik kesehariannya, yakni apakah niatnya memasukkan anaknya ke pesantren adalah pilihan yang tepat? Memangnya kenapa? Bukankah itu pilihan yang bagus? Kenapa si ibu terusik kesehariannya; seperti tidak bahagia?… Read More

Continue Reading